Pemkab Banyumas Buka Akses Rumput Alun-alun Purwokerto, Ruang Publik Kembali Hidup
Kabar Purwokerto - Kabar baik bagi masyarakat Purwokerto dan sekitarnya. Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi membuka kembali akses area rumput di Alun-alun Purwokerto setelah bertahun-tahun ditutup. Kebijakan ini mulai berlaku sejak Sabtu, 18 April 2026, dan langsung disambut antusias oleh warga.
Langkah ini menjadi angin segar karena alun-alun kembali berfungsi sebagai ruang publik yang nyaman dan inklusif. Kini masyarakat dapat menikmati suasana kota dengan lebih leluasa, mulai dari duduk santai, rekreasi ringan, hingga berkumpul bersama keluarga.
Respons Aspirasi Warga Banyumas
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyampaikan bahwa pembukaan akses rumput ini merupakan bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat. Selama ini, banyak warga menginginkan alun-alun kembali menjadi tempat interaksi sosial yang lebih terbuka.
Menurutnya, keterbatasan area berlantai keramik sebelumnya sering membuat pengunjung kesulitan mendapatkan tempat duduk yang nyaman. Dengan dibukanya area rumput, kini tersedia ruang yang lebih luas untuk menikmati suasana santai di tengah kota.
Keputusan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas ruang publik, sekaligus mendukung gaya hidup masyarakat yang lebih aktif dan sehat.
Aturan dan Tanggung Jawab Bersama
Meski telah dibuka, penggunaan area rumput tetap disertai aturan yang harus dipatuhi. Pemerintah menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan alun-alun.
Bupati menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal akses, tetapi juga tanggung jawab bersama. Pengunjung diimbau tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas, serta menjaga ketertiban selama berada di area tersebut.
Selain itu, pedagang tetap diwajibkan berjualan di area berlantai keramik dan tidak diperkenankan masuk ke area rumput. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi rumput tetap terawat dan tidak cepat rusak.
Penjelasan dari Dinas Lingkungan Hidup
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyumas, Widodo Sugiri, menjelaskan bahwa kebijakan ini telah melalui pertimbangan matang. Pembukaan kembali area rumput bertujuan mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka hijau yang nyaman.
Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya area rumput ditutup selama kurang lebih tujuh tahun karena kondisi yang rentan rusak dan biaya perawatan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan agar fasilitas ini dapat terus dinikmati dalam jangka panjang.
Dampak Positif bagi Warga
Dibukanya kembali area rumput di Alun-alun Purwokerto memberikan banyak manfaat. Selain menjadi tempat rekreasi murah meriah, alun-alun juga berpotensi meningkatkan interaksi sosial antarwarga.
Ruang terbuka hijau seperti ini juga penting untuk kesehatan mental dan fisik masyarakat. Warga dapat berolahraga ringan, menikmati udara segar, hingga sekadar melepas penat dari aktivitas harian.
Tidak hanya itu, keberadaan alun-alun yang lebih hidup juga berdampak positif bagi pelaku usaha kecil di sekitarnya, meski tetap harus mengikuti aturan yang berlaku.
Kesimpulan
Pembukaan kembali area rumput Alun-alun Purwokerto menjadi langkah positif dari Pemkab Banyumas dalam menghadirkan ruang publik yang lebih ramah bagi masyarakat. Namun, keberlanjutan fasilitas ini sangat bergantung pada kesadaran bersama.
Dengan menjaga kebersihan dan ketertiban, warga dapat terus menikmati suasana nyaman di jantung kota Purwokerto. Kini, alun-alun bukan sekadar ruang terbuka, tetapi juga simbol kebersamaan dan kualitas hidup masyarakat Banyumas yang semakin baik.
.jpeg)