SD Negeri 1 Sambirata Banyumas Rusak Parah Usai Diterjang Angin Puting Beliung

Table of Contents

Infopwt - Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas pada Minggu (22/2/2026) siang. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah pada bangunan SD Negeri 1 Sambirata. Angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba membuat sejumlah bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan beberapa ruang kelas.

Peristiwa angin puting beliung ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat kejadian berlangsung, kondisi cuaca di wilayah tersebut memang sedang diguyur hujan deras yang disertai angin kencang. Tidak lama kemudian, angin berputar atau puting beliung muncul dan mengarah langsung ke area sekolah.

LSempat Mengamankan Diri

Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Taryono, menjelaskan bahwa pada saat kejadian terdapat beberapa pekerja yang sedang berada di lingkungan sekolah. Mereka tengah membersihkan area sekolah sebagai persiapan kegiatan belajar mengajar setelah libur awal Ramadan.

Menurut Taryono, ketika hujan deras turun dan angin semakin kencang, para pekerja mulai menyadari adanya potensi bahaya. Tidak lama kemudian, angin puting beliung muncul dan menyebabkan genting serta puing bangunan beterbangan. Para pekerja pun segera mencari tempat aman untuk menghindari kemungkinan terkena material bangunan yang terbawa angin.

Akibat kejadian tersebut, beberapa ruang kelas di SD Negeri 1 Sambirata mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Atap bangunan banyak yang terlepas dan sebagian genting hancur diterjang angin. Kondisi ini membuat proses kegiatan belajar mengajar terancam terganggu hingga proses perbaikan dilakukan.

Ratusan Rumah Terdampak

Selain merusak bangunan sekolah, bencana angin puting beliung ini juga berdampak pada permukiman warga di beberapa wilayah Banyumas. Berdasarkan hasil kaji cepat sementara hingga pukul 11.30 WIB pada hari berikutnya, tercatat sedikitnya 114 rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang tersebut.

Rumah-rumah yang terdampak tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Cilongok, Karanglewas, dan Kedungbanteng. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari genting rumah yang beterbangan hingga pohon tumbang yang menimpa bangunan maupun akses jalan.

Penanganan Darurat

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi, menjelaskan bahwa tim penanganan darurat langsung diterjunkan ke sejumlah lokasi terdampak. Fokus utama penanganan saat ini adalah melakukan evakuasi serta membersihkan pohon tumbang yang menghalangi akses jalan warga.

Beberapa desa yang terdampak cukup serius antara lain Desa Sambirata, Cilongok, Singasari, Babakan, Sunyalangu, serta sejumlah wilayah lainnya. Petugas bersama relawan dan masyarakat setempat bekerja sama untuk mempercepat proses pembersihan agar aktivitas warga dapat kembali normal.

Listrik Dipadamkan

Selain itu, pihak berwenang juga mengambil langkah pencegahan untuk menghindari potensi bahaya lain setelah bencana. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memadamkan sementara aliran listrik di sejumlah lokasi terdampak.

Pemadaman listrik dilakukan oleh pihak PLN untuk mengantisipasi kemungkinan kabel listrik yang rusak atau lecet akibat tertimpa pohon maupun puing bangunan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang dapat membahayakan warga.

Pemerintah daerah Banyumas juga terus melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan, baik fasilitas umum maupun rumah warga. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah bantuan dan perbaikan, termasuk perbaikan bangunan SD Negeri 1 Sambirata agar kegiatan belajar siswa dapat segera kembali berjalan normal.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat memasuki musim hujan yang sering disertai angin kencang dan puting beliung di beberapa wilayah Jawa Tengah.